10 Juli 2020

bacaan santai sambil ngopi

ILUSTRASI

Esek-esek di Tempat Spa, Satpol PP Jangan Hanya Seremonial!

DALAM beberapa minggu terakhir, berita soal maraknya praktik prostitusi online di kawasan Mardi Gras, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, tak henti-henti berseliweran di media sosial. Berita ini pun ditanggapi serius oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang. Sebagai bentuk respon korps penegak Perda tersebut, Jumat 12 Juni 2020, melakukan penertiban. Sasarannya ruko-ruko yang didinyalir sebagai tempat praktik esek-esek, tepatnya tempat-tempat Spa dan panti pijat.

Alhasil, lima orang cewek yang diduga sebagai wanita penghibur dan satu orang penanggung jawab salah satu tempat Spa, digelandang ke panti sosial milik Dinas Sosial Kabupaten Tangerang. Diapakan mereka di sana? Menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi Santosa, katanya sih diberikan pembinaan!

Beberapa hari berselang, media online redaksi24.com memberitakan, praktik prostitusi di kawasan tersebut kembali kambuh. Dalam judul berita yang diunggah pada 25 Juni 2020 tersebut, tertulis judul dengan bahasa yang monohok.

Dalam berita di media yang sama, terbit pada Senin 8 Juni 2020, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Deden Umardani angkat bicara soal ini. Deden menyebut bahwa tersedianya tempat dan kamar-kamar khusus berikut para wanita pekerja seks dengan proses transaksi secara daring ini, mengindikasikan jika praktik prostitusi online di Kabupaten Tangerang sudah menjadi bisnis.

Menurutnya, selain berpotensi menjadi penyebaran virus HIV AIDS di wilayah Kabupaten Tangerang, maraknya prostitusi online pada masa pandemi COVID-19 ini dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, karena juga bisa menjadi penyebab penularan COVID-19.

Pasca penertiban, Jumat 12 Juni 2020, Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Bambang Mardi Santosa menegaskan bahwa keberadaan tempat pijat refleksi dan Spa di Kawasan Mardi Gras ini telah melanggar Perda No. 20 Tahun 2004 Tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum dan Perda No. 06 Tahun 2014 Tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata. Dan, ia juga menyebut jika belasan ruko yang dijadikan praktik esek-esek tersebut disegel.

Nah, kalau disegel, kenapa kok masih ada praktik prostitusi online di kawasan tersebut.

Ups! Pak Satpol PP, sampean kecolongan, ya?

Ini menjadi kerja keras dan juga kerja cerdas Satpol PP Kabupaten Tangerang bersama-sama dengan dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Gandeng MUI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, tokoh masyarakat, dan unsur pimpinan kecamatan setempat untuk bersama-sama membangun moral mereka. Jangan cuma segel! Segel! Segel! Karena perlu sanksi sosial dengan cara-cara humanis. Dan, Satpol PP jangan hanya seremonial.

Banyu Bening