10 Juli 2020

bacaan santai sambil ngopi

Tari Cukin khas Kabupaten Tangerang (Foto lensapena.id)

Tari Cukin Simbol Harmonisasi dalam Bingkai Budaya

DIKENAL sebagai Kota Seribu Pabrik ternyata Kabupaten Tangerang memiliki kreasi seni yang indah serta menjadi bagian dari ikon kearifan lokal. Salah satunya dalah Tari Cukin.

Tari Cukin merupakan tari kreasi yang berakar dari tari tradisional cokek dan jaipong, serta perpaduan empat unsur budaya, yang ada di wilayah tersebut; yaitu unsur Tionghoa, Sunda, Betawi, dan Jawa. Budaya Tionghoa di Tangerang sudah ada sejak tahun 1400-an.

Perkawinan empat unsur budaya dalam estetika seni gerak, atau tari ini, juga merupakan simbol harmonisasi budaya empat unsur etnis di daerah tersebut. Dan, sebagai gambaran bahwa empat unsur budaya tersebut hidup rukun berdampingan sejak, secara administratif, Kabupaten Tangerang belum terbentuk.

Kepala Seksi (Kasi) Kebudayaan pada Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kabupaten Tangerang Muhamad Syafei menjelaskan bahwa tarian ini mulai dibentuk pada tahun 2006 lalu. Tarian tersebut digagas oleh para praktisi seni Kabupaten Tangerang yang melibatkan seniman-seniman dari Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung.

“Sejak dibentuk tahun 2016, tarian ini menjadi salah satu khas tari kreasi di Kabupaten Tangerang yang selalu ditampilkan pada setiap acara-acara, baik acara pemerintahan maupun acara-acara lainnya. Pupulasinya juga cukup bagus, hampir di setiap sekolah menjadi bagian dari pelajaran ekstrakulikuler,” kata Muhamad Syafei.

Pria yang akrab dipanggil Pak Uuk ini juga mengatakan, unsur empat budaya yang mendominasi tarian ini diantaranya adalah tabuhan, atau gamelan yang mengiringi tarian tersebut.  Yaitu diambil dari musik degung, gambang keromong, rebana, rudat, dan gamelan yang mewakili unsur wakili gendang pencak.  Termasuk terompet, kecapi, dan alat musik angklung.

Salah satu sanggar tari yang terus menetaskan generasi-generasi Tari Cukin ini adalah Sanggar Karina, di Perumahan Puri Permai, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Rina, pengasung Sanggar Karina mengaku, sudah banyak penari-penari binaannya yang sudah bisa mengembangkan Tari Cukin tersebut, terutama di kalangan anak-anak sekolah.